Asi Ekslusif

asi-ekslusif
Inisiasi Menyusui Dini

Manfaat Diberikan Asi

Posisi dan Pelekatan Menyusu Yang Benar

Cara menyusui yang benar berfokus pada posisi nyaman  dan sesuai keinginan bayi (menyusu sampai kenyang di satu sisi lalu pindah ke sisi lain) agar ASI efektif dan mencegah nyeri puting, dengan ibu tetap rileks dan terhidrasi.  

1. Persiapan Ibu & Posisi

Ibu Santai: 

Duduk dengan sandaran atau berbaring, pastikan punggung dan kaki nyaman. Gunakan bantal jika perlu. 

Posisi Bayi: 

Dekatkan perut bayi ke perut ibu, tubuh bayi lurus (telinga, bahu, pinggul segaris), wajah menghadap payudara, hidung sejajar puting. 

Menyangga Payudara: 

Pegang payudara dengan ibu jari di atas dan jari lain di bawah, jangan menekan puting. 

2. Pelekatan (Latch) yang Benar

Tunggu Mulut Terbuka Lebar: 

Sentuh lembut pipi atau dagu bayi dengan puting. Saat bayi membuka mulut lebar seperti menguap, dekatkan bayi ke payudara.

Masuk Areola Lebih Banyak: 

Pastikan mulut bayi mencakup sebagian besar areola (bagian coklat), bukan hanya puting. Bibir bawah bayi terbuka ke luar.

Tanda Pelekatan Baik: 

Ibu tidak nyeri, bayi menelan ASI terdengar, dagu bayi menempel payudara. 

3. Saat Menyusu

Biarkan Kosong: 

Susui satu sisi sampai bayi berhenti atau payudara terasa kosong, baru pindah ke sisi lain untuk memastikan bayi mendapat ASI akhir yang kaya lemak. 

Sesuaikan Kebutuhan: 

Susui sesuai permintaan bayi, jangan dibatasi waktu. Bayi akan memberi tanda lapar. 

Sendawakan: 

Sendawakan bayi di sela-sela menyusu atau setelah selesai untuk mengeluarkan udara. 

Fakta Tambahan tentang Menyusui

  • Menyusui membakar 300-500 kalori per hari.
  • ASI eksklusif bisa berfungsi sebagai KB alami.
  • Semakin sering disusui, semakin banyak ASI diproduksi.
  • Bangunkan bayi baru lahir jika sudah 4 jam belum menyusu untuk merangsang produksi ASI. 
  •  

Asi Perah

asi-ekslusif
Tetap memberikan ASI meski ibu beraktivitas.

ASI Perah

ASI perah memungkinkan ibu tetap memenuhi kebutuhan nutrisi bayi meskipun harus bekerja atau beraktivitas di luar rumah.

Praktis, aman, dan tetap bernutrisi.

ASI Perah

ASI perah adalah Air Susu Ibu yang diperah secara manual menggunakan tangan atau alat pompa ASI, lalu disimpan untuk diberikan kepada bayi saat ibu tidak bisa menyusui langsung.

Manfaat ASI Perah

Pengelolaan ASI perah yang tepat dapat mendukung keberlanjutan pemberian manfaat ASI kepada bayi secara optimal meskipun ibu tetap menjalani aktivitas sehari-hari.

Menjamin nutrisi terbaik untuk bayi meskipun ibu bekerja atau memiliki kondisi tertentu.

Mendukung pencapaian ASI eksklusif. 

Cara Memerah dan Menyimpan ASI Perah

Proses pemerahan dan penyimpanan ASI perlu dilakukan dengan cara yang benar untuk menjaga kebersihan serta kandungan gizi, agar membantu memastikan ASI perah tetap aman dan berkualitas saat dikonsumsi bayi.

Selalu cuci tangan sebelum memerah dan gunakan peralatan yang bersih dan steril.

Gunakan botol kaca atau kantong ASI khusus yang aman (bebas BPA), jangan kantong plastik biasa.

Beri label dengan nama bayi dan tanggal pemerahan untuk memastikan ASI yang lebih lama dipakai dulu. 

Simpan dalam porsi kecil (60-120 ml) untuk menghindari sisa.

Dinginkan segera setelah diperah, masukkan ke chiller (kulkas bawah) dulu sebelum dipindahkan ke freezer. 

Pedoman Penyimpanan Asi

Penyimpanan ASI perah yang benar sangat penting untuk menjaga kualitas, kebersihan, serta kandungan gizi di dalamnya. ASI perlu disimpan sesuai dengan suhu dan wadah yang tepat agar tetap aman hingga waktu pemberian kepada bayi.

Catatan

Perhatikan kebersihan, urutan penggunaan, serta cara penanganan ASI perah agar kandungan gizi dan keamanannya tetap terjaga. Kesalahan dalam penyimpanan dan pemberian ASI dapat menurunkan kualitas ASI dan berisiko bagi kesehatan bayi.

Pemberian

Jika menyimpan di chiller, sebaiknya berikan ASI perah yang paling terdekat dengan usia bayi saat itu. Jika menyimpan di freezer : metode FIFO (First in first out) atau ASI perah yg pertama kali disimpan, ASI yg di gunakan terlebih dahulu

Jika beku, cairkan di kulkas atau rendam dalam air hangat (jangan direbus atau pakai microwave). ASI beku dapat dicairkan perlahan di kulkas atau dicairkan dengan dibiarkan dalam wadah berisi air hangat, dan digunakan dalam waktu 24 jam.

Putar wadah untuk mencampur lemak yang terpisah, JANGAN dikocok agar nutrisi tidak rusak.

Jangan simpan sisa ASI yang sudah diminum bayi untuk pemberian berikutnya.